Langsung ke konten utama

Generasi Berkualitas untuk Masa Depan Sejahtera

Generasi Berkualitas untuk Masa Depan sejahtera
Pendahuluan
Berkaca pada keadaan masyarakat Indonesia, setiap tahunnya penduduk Negara kita mengalami peningkatan jumlah penduduk. Namun demikian, peningkatan jumlah penduduk tidak diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan kesejahteraan masyarakat. Jika tidak mendapatkan perhatian secara serius, maka masalah kependudukan di Indonesia akan semakin memprihatinkan.
Peran aktif dari berbagai kalangan sangat diperlukan demi terwujudnya penduduk tumbuh seimbang, terlebih lagi peran dari para remaja di Indonesia. Bermacam kegiatan yang bermanfaat dapat dilakukan oleh remaja untuk mendukung cita-cita tersebut. Generasi yang cerdas, berwawasan luas dan mempunyai persiapan menghadapi kehidupan berkeluarga sangat dibutuhkan. Begitu pula dengan kepedulian remaja akan problema kependudukan di Indonesia. Mutlak diperlukan perhatian khusus agar para remaja paham dan sadar tentang urgen-nya peran aktif mereka dalam penyelamatan bangsa Indonesia.

Pembahasan
Berdasarkan data yang diterima dari sensus penduduk tahun 2010 telah tercatat jumlah penduduk bangsa Indonesia adalah 237,6 juta jiwa, dengan pertumbuhan sekitar 1,48% tiap tahunnya serta tingkat kelahiran mencapai 2,6 (TFR). Angka yang sangat besar untuk Indonesia, yang mana menempati urutan nomor empat dunia setelah Amerika serikat yakni 276,2 juta jiwa. Pertumbuhan dinilai sangat cepat, sedangkan permasalahan yang terjadi di Indonesia juga belum teratasi. Mulai dari masalah ekonomi, kesejahteraan, rendahnya kualitas SDM hingga masalah penyebaran penduduk yang tidak merata. Problematika cukup kompleks dan memaksa berbagai pihak untuk ikut turun tangan dalam menyelesaikan permasalahan ini. Jika kita perhatikan pada visi dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) adalah penduduk tumbuh seimbang tahun 2015, tentu saja bukan hal yang mudah untuk mewujudkan visi tersebut. Dalam upaya pencapaiannya adapun misi pembangunan kependudukan dan keluarga berencana adalah mewujudkan pembangunan yang berwawasan kependudukan dan mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera. Diantaranya yaitu melalui program penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja.
Remaja perlu diberi pemahaman tentang kondisi kependudukan serta bahaya yang akan muncul jika masalah kependudukan tidak dapat diatasi. Hal ini dikarenakan, remaja dapat menjadi tumpuan dari masalah kependudukan. Remaja adalah generasi penerus masa depan. Pemikiran-pemikiran remaja yang terarah dapat memberikan masukan-masukan positif bagi Negara sehingga akhirnya nanti diharapkan dapat mengatasi masalah kependudukan di Indonesia. Akan tetapi, kenyataannya remaja saat ini kurang peduli dengan problematika yang dihadapi oleh Negara. Remaja lebih menyukai kehidupannya sendiri dan hanya sedikit sekali yang peduli dan bersedia dengan suka rela untuk berperan aktif dalam kemajuan bangsa. Oleh Karena itu Pemerintah perlu “menggandeng” para remaja untuk turut berpartisipasi, dengan cara memberikan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan oleh remaja di lapangan. Seperti yang kita ketahui, remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, sehingga pada masa ini sangat bagus untuk memberi arahan, motivasi serta spirit. Remaja yang sangat kreatif dan inovatif memerlukan dukungan dari pihak-pihak diatasnya.
Seringkali kasus yang terjadi adalah tidak tersedia fasilitas yang dapat memenuhi  keinginan para remaja untuk menunjukkan eksistensinnya, maka akibatnya kemudian adalah remaja keluar dari “rel” norma dan nilai yang berlaku di masyarakat. Maraknya narkoba, dan pergaulan bebas di kalangan remaja belakangan ini, merupakan catatan penting bagi pemerintah agar segera menanganinya dengan serius. Peredaran narkoba yang saat ini sudah menjamah di kalangan remaja, adalah realita sangat memprihatinkan. Narkoba bisa merenggut masa depan para tunas bangsa. Dampak dari narkoba yang luar biasa dapat menjalar ke berbagai permasalahan lain. Pergaulan bebas misalnya, jika para remaja tidak segera diarahkan dan dibimbing, maka kemungkinan mereka akan terjerumus ke dalam dunia “gelap” tersebut. Belum terlepas dari narkoba dan pergaulan bebas, tentu saja bahaya HIV dan AIDS membuntuti dibelakang dan menjadi sebuah rangkaian perilaku yang tidak sehat bagi remaja.
Remaja akan menjadi ujung tombak peradaban bangsa, oleh sebab itu remaja perlu diberi bekal untuk mempersiapkan kehidupan di masa yang akan datang. Kesibukan dan kurangnya kesadaran orang tua terhadap persiapan kehidupan selanjutnya pada remaja, juga dapat memberikan efek negatif baginya. Remaja yang tidak mendapatkan bekal serta pengetahuan cukup dari orang tua, akan berusaha memenuhi keingintahuannya tersebut dengan mencari sendiri diluar rumah. Jika remaja menemukan tempat yang tepat untuk mencari tahu akan hal itu, tentu saja tidak terjadi masalah. Namun kenyataannya, tidak sedikit remaja yang salah mendapatkan informasi sehingga justru terjebak pada masalah baru. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi hal tersebut salah satunya adalah kepedulian orang tua, kelompok masyarakat dan sekolah untuk memberikan pembekalan, informasi serta pengetahuan tentang persiapan kehidupan selanjutnya bagi remaja. Pembekalan yang dimaksud dapat berupa ilmu mengenai kesehatan serta hak-hak reproduksi, keterampilan hidup dan sebagainya. Remaja yang paham benar mengenai kesehatan reproduksinya, sudah bisa dipastikan remaja tersebut akan menunda usia pernikahan, yaitu minimal dua puluh tahun bagi perempuan. Sedangkan bagi laki-laki yang nanti kedepannya akan menjadi kepala keluarga, juga dapat mempertimbangkan serta memproyeksi masa depan. Sehingga perencanaan untuk menikah di usia matang serta membatasi jumlah anak dapat dilakukan oleh para remaja. Persiapan dan perencanaan diatas sangat menentukan terwujudnya keluarga kecil, bahagia dan sejahtera.
Tidak banyak remaja yang menyadari pentingnya persiapan kehidupan selanjutnya. Padahal jika ditelusur lebih jauh, maka dampak positif jangka panjang yang akan dicapai adalah terkendalinya jumlah penduduk serta meningkatnya kesejahteraan hidup masyarakat di Indonesia.

Penutup
Mengingat pentingnya memberi pemahaman kepada remaja akan masalah kependudukan, perilaku sehat serta persiapan menghadapi kehidupan lanjut, maka dalam hal ini keluarga, sekolah, masyarakat serta pemerintah diharapakan bersama-sama memberi arahan, bimbingan dan motivasi bagi remaja. Menyediakan fasilitas kepada remaja untuk berekspresi merupakan salah satu jalan untuk memasuki dunia mereka, menyelami serta menyisipkan pesan-pesan dan pengetahuan yang mereka butuhkan.
Generasi yang berkualitas, dapat menjadi salah satu indikator dari keberhasilan sebuah Negara. Mengapa demikian?, hal ini dikarenakan untuk menghadapi berbagai problematika yang begitu komplek di masa selanjutnya dalam sebuah Negara, akan dapat ditangani oleh generasi-generasi terencana dan berkualitas.



Daftar Pustaka
PKBR Brajamustika. Penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja . Jakarta . 2010
Faturrahman. Pendidikan kehidupan berkeluarga, perlukah? . yogya post 22 oktober 1989.
www.bps.go.id diunduh pada tanggal 7 Juni 2011
www.kulonprogokab.go.id diunduh pada tanggal 6 Juni 2011
www.jabar.bkkbn.go.id  diunduh pada tanggal 6 Juni 2011

... ditulis dalam rangka harganas XVIII...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

saya, kembali

setelah lama menghilang dari dunia per-nulis-an akhirnya saya kembali bisa menulis (hahaha). terakhir nulis sepertinya detik detik menjelang menikah, dan sekarang saya sudah punya dua anak. waw luar biasa (vakum)nya. tadinya saya mau menghapus postingan-postingan yang sudah buluk di blog ini, namun kemudian saya pikir tidak ada salahnya mempertahankan postingan (harta karun) ini hihi. bismillah semoga Allah mengizinkan saya kembali menulis rutin setelah ini. karena sudah punya anak dua, dan sedang kuliah S2 jadi mungkin tulisan saya tidak jauh jauh dari seputar anak, merawat bayi, serba serbi masakan dan mpasi, liburan, kuliner dan keluarga. bismillah, menjadi mom-blogger (ya)
Sedikit tentang karsinoma.. Seringkali kita mendengar salah satu istilah penyakit yang satu ini. Dan tentu saja sudah tidak asing lagi. Namun demikian apakah kita sudah mengenalinya dengan baik?. Tak ada satupun dari kita yang bisa mengetahui secara detail akan kondisi tubuh kita. Terlebih lagi bagi anda yang memiliki aktifitas padat. Kita cenderung “melupakan” kesehatan atau seakan-akan “membiarkan” tubuh kita dalam keadaan sakit. Atau bahkan sebenarnya kita benar-benar tidak tahu jika dalam tubuh kita terdapat penyakit ganas yang bersarang.. Karsinoma merupakan kanker yang terjadi pada jaringan epitel , seperti kulit atau jaringan yang menyelubungi organ tubuh, misalnya organ pada sistem pencernaan atau kelenjar . Karsinoma dapat dipicu oleh bahan-bahan kimia, radiasi ionisasi, infeksi, ketidakseimbangan metabolism, ketidakseimbangan hormonal, disfungsi system kekebalan, atau juga keturunan. Disini, yang akan sedikit focus saya bicarakan adalah tentang karsinoma hepatosel...

DUTA MAHASISWA

KRITERIA PESERTA DUTA MAHASISWA Kriteria mahasiswa/mahasiswi yang mengikuti Pemilihan Duta Mahasiswa GenRe tahun 2012 adalah sebagai berikut : 1. Peserta adalah mahasiswa dan mahasiswi dari perguruan tinggi atau akademi baik negeri maupun swasta 2. Tercatat sebagai mahasiswa dan mahasiswi maksimal semester IV (dengan melampirkan surat keterangan dari Dekan/Direktur yang bersangkutan) dan berusia maksimal 22 tahun per tanggal 30 Mei 2012 (melampirkan copy akte kelahiran) 3. Tidak sedang bertugas menjadi Duta untuk Program-program lain 4. Sehat jasmani dan rohani. Untuk hal ini peserta menyerahkan surat keterangan sehat dari dokter serta surat kelakuan baik dari kepolisian. 5. Berpenampilan menarik. 6. Aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan baik di dalam atau di luar kampus 7. Memiliki pengetahuan dan wawasan yang baik tentang substansi Program GenRe yang meliputi : • 8 fungsi keluarga • Pendewasaan Usia Perkawinan (PUP) • Triad KRR (Seksualitas, Napza, HIV d...