Apa itu Kesehatan
Reproduksi?
suatu keadaan sejahtera
fisik, mental, dan sosial secara utuh, tidak semata-mata bebas dari penyakit
atau kecacatan dalam semua hal yang berkaitan dengan system reproduksi, serta
fungsi prosesnya.
Mengapa Remaja Perlu Mengetahui
Kesehatan Reproduksi?
Remaja perlu mengetahui
kesehatan reproduksi agar memiliki informasi yang benar mengenai proses
reproduksi serta berbagai faktor yang ada disekitarnya. Dengan informasi
yang benar, diharapkan remaja memiliki sikap dan tingkah laku yang bertanggung
jawab mengenai proses reproduksi.
Reproduksi SEHAT !
Fisik, keadaan terbaik
memiliki anak adalah 20-35 untuk perempuan,
Psikis, kesiapan mental baik
laki-laki maupun perempuan untuk memiliki keturunan.
Hasil survey
Synovate research à perilaku seksual remaja di
4 kota, yaitu Jakarta,bandung, Surabaya, medan September 2004. Pada 45o
responden 15-24 tahun.
padInfo mengenai seks : 65%
dari teman, 35%sisanya dari film porno, 5%dari orangtuanya.
1.
Pengalaman seksual remaja : 44% responden
mengaku sudah pernah punya pengalaman seks di usia 16-18 th. Sedangkan 16%
lainnya mengaku mendapat pengalaman seks di usia 13-15th.
2.
Tempat untuk berhubungan seks
a. 40%
dirumah
b. 26%
dikost
c. 26%
dihotel
Konsekuensi hubungan seks pranikah
1.
KTD kehamilan yang tidak diinginkan.
Yaitu
kehamilan terjadi apabila laki-laki dan perempuan tersebut sama-sama tidak
menghendaki terjadinya kehamilan
KTD
terjadi disebabkan tidak pahamnya fungsi alat reproduksi dengan baik, kurangnya
pengetahuan, percaya terhadap mitos-mitos yang tidak terbukti kebenarannya.
KTD
berdampak sangat buruk bagi perempuan yang mengalaminya. Yaitu dampak fisik,
sosial dan psikis.
2.
Aborsi
Yaitu
upaya menggugurkan janin yang ada di dalam kandungan. Aborsi seringkali menjadi
jalan pintas bagi orang yang mengalami KTD.
Aborsi
memiliki resiko yang sangat tinggi. Bahkan, seringkali proses aborsi berujung
pada kematian karena penanganan non-medis.
IMS (Infeksi Menular
Seksual)
1.
Ditularkan melalui hubungan seks
2.
Tidak hanya organ seks yang terlibat
3.
Mudah menular, namun sulit disimpulkan.
4.
Banyak kasus tanda tanda gejala
5.
Pintu masuk penularan HIV
“penularan IMS”
Sebagian besar ditularkan
melalui : vaginal seks, oral seks, anal seks, infeksi dari ibu ke anak.
Tanda dan gejala pada
perempuan : keluarnya duh vagina, rasa panas dan gatal disekitar vagina,
pendarahan diluar siklus haid, nyeri pelvic.
Tanda dan gejala pada laki2
: keluarnya pus dari penis
“Ex
sindrom IMS”
Ulcus genitalis, duh uretra,
duh vagina, herpes genitalis, syphilis, gonorrhea, condyloma acuminata,
vaginitis
Cegah IMS sekarang juga!
Kita dapat mencegah
penularan IMS, dengan Berlaku saling setia, Menggunakan CO, menjaga
kebersihan, perilaku seksual sehat,
“bagaimana jika sudah
tertular IMS??”
Apabila terdapat gejala2
muncul mengarah pada IMS, maka segera periksa ke dokter, jangan
melakukan aktifitas seks pada masa pengobatan.
“kesimpulan”
Pada dasarnya, KTD dapat
dicegah dengan berbagai cara, misalnya dengan lebih meningkatkan pengetahuan
mengenai kesehatan alat reproduksi, berpacaran yang sehat (jauh dari
seksualitas), dan taat beragamapun juga dapat menjadi alternatif.
Segala permasalahan pasti
terdapat jalan keluar, dan ABORSI BUKAN
JALAN untuk mengatasi KTD.
(PUSAT INFORMASI dan
KONSELING “PIK” PELITA-UAD).
“hidup sehat, dengan paham alat
reproduksi sehat!!”
Komentar
Posting Komentar